Upacara HUT RI Ke 69 Yayasan Bunga Bangsa Islamic School

Dokumentasi By Jordi Budiyono

Minggu, 17 Agustus 2014, bertempat di halaman SMA Islam Bunga Bangsa Seluruh civitas sekolah dari semua unit mulai TK, SD, SMP dan SMA, mengikuti kegiatan upacara Kemerdekaan HUT RI yang ke 69 tahun. bertindak selaku Pembina, upacara Kepala Sekolah SMP Islam Bunga Bangsa, Bapak Bahtiar Fahrudin, S.Si. dalam pesannya pada upacara kerdekaan kali ini Ada tiga hal yang disampaikan Bapak bahtiar kepada siswa-siswa dilingkungan yayasan Bunga Bangsa dalam memaknai kemerdekaan pada pelajar utamanya dilingkungan Yayasan Bunga Bangsa Islamic School yaitu :
  1. Bersungguh-sungguh dalam belajar : bahwa anak-anak sebagai penerus generasi Bangsa, memiliki kewajiban sbg seorang pelajar untuk mengisi kemerdekaan yang sudah didapatkan dengan kesungguhan dalam menempuh pendidikan, karena dengsn pendidikan sebagai warga negara akan memiliki daya saing untuk berjuang mengharumkan Bangsa Indonesia karena masa depan Bangsa Indonesia 20 dan 30 tahun yang akan datang itu tercermin dari wajah para pelajar indonesia, karena kalian yang akan memimpin perubahan pembangunan Indonesia dimasa yang akan datang. Karena diluar sana bangsa-bangsa lain juga mengembangkan pengetahuan dan teknologi, jika kalian tidak memiliki cita-cita yang tinggi maka akan kalah bersaing dengan bangsa lain.
  2. Meneladani para pahlawan yang telah berjuang meraih kemerdekann, dengan memiliki kejujuran, keikhlasan, Berani bertanggung jawab, dan Rela berkorban demi mendaptkan kerdekaan untuk tumpah darah Indonesia.
  3. Dalam pembukan UUD negera indonesia alinea pertama disebutkan “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan”. Tujuan akhir dari kata merdeka bagi bangsa Indonesia sendiri, yaitu ingin menjadi bangsa yang dapat menguasai segala kehidupan negaranya sendiri tanpa turut campur dari para penjajah. 
  4. Rubahlah Nasib bangsamu dengan kesungguhan dalam menempuh pendidikan.karena seperti Firman Allah dalam Al-Qur'an Surah  Ar-Ra'du (13):11 : 
 ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ
          Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika bukan kaum itu sendiri yang merubahnya

Memang Allah menganjurkan kita untuk menyerahkan segala sesuatunya kepada-Nya, namun tawakkal tidak berarti hanya berdiam diri dan tidak berusaha, Hendaknya setiap muslim bersungguh-sungguh dan berusaha untuk mendapatkan penghidupan. Hanya saja ia tidak boleh menyandarkan diri pada kelelahan, kerja keras dan usahanya, tetapi ia harus meyakini bahwa segala urusan adalah milik Alloh, dan bahwa rizki itu hanyalah dari Dia semata.

Marilah kita mulai hari ini menyadarkan diri kita, bahwa segala sesuatu memang tidak semudah dari yang kita fikirkan , namun juga tidak sesulit itu. Dengan ikhtiar dan tawakal mari kita jalani hidup ini dengan penuh kekhusuan mengharapkan ridha allah swt. karena kita mempunyai tugas yang harus kita emban dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran sebagai generasi penerus bangsa. Kitalah calon pemimpin di masa depan. Kita juga harus menghargai perjuangan para pahlawan bangsa yang telah gugur di medan perang demi mencapai arti kata merdeka agar kita dapat mengambil pelajaran didalamnya, sehingga kita dapat membangun bersama menuju Indonesia yang damai dan sejahtera.

Baca Juga :