Pertukaran Pelajar Antar Bangsa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2015

Kepala Disbudpar Provinsi Kaltim, Bapak H.M. Aswindo
saat memberikan bingkisan kepada Ananda Virtah Athira
Link Berita : Facebook Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur

Virta Athira, Siswi yang masih duduk dibangku kelas 3 SMA Islam Bunga Bangsa Samarinda, ini berhasil terpilih mewakili Kalimantan Timur dalam Program Pertukaran Pelajar antar bangsa. Selama sebulan Virta akan menjalani karantina di Jakarta sebelum diberangkatkan Ke Negara yang dituju. Para pelajar ini berasal dari Kabupaten kota yang ada di Kalimanan Timur (Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Bontang). Adapun negara tujuan dari pertukaran pelajar ini antara lain Hungaria, California, Jepang, Argentina dan Brazil.

Dari Program AFS (American Field Service) pertukaran pelajar ini pemerintah Provinsi mengharapkan para siswa dapat mempromosikan aset dan potensi daerah khususnya Kalimantan Timur di luar negeri. Beliau mengatakan, promosi ke luar negeri yang diharapkan dari siswa(i)  itu antara lain menjelaskan tentang potensi kekayaan alam, wisata, investasi, lingkungan, pendidikan, maupun seni dan budaya yang tersebar di 14 kabupaten dan kota di Kaltim.Ucap Bapak HM. Aswin selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur.

Pelajar-pelajar ini sebelumnya mengikuti seleksi ketat yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, di antaranya kemampuan bahasa asing, psikotes, pengetahuan umum, seni budaya, serta tes wawancara, Bapak Aswindo mengaku bangga dengan para pelajar yang terpilih karena tidak semua orang memiliki kemampuan dan kesempatan untuk mengikuti program pertukaran pelajar antarnegara ini.

"Saya atas nama Pemerintah Provinsi Kaltim memberikan apresiasi tingi terhadap para pelajar terbaik Kaltim yang masih berstatus Siswa ini, saya berharap ilmu dan wawasan mereka semakin bertambah", beliau juga berpesan agar memperhatikan perilaku dan budaya karena selama di luar negeri para pelajar itu akan tinggal di rumah penduduk dan memiliki orang tua angkat. 

"Ambillah hal-hal yang positif selama di luar negeri, berlakulah sopan kepada semua orang," pesannya.