Perkembangbiakan Hewan Generatif dan Vegetatif Planaria, Amoeba dan Hydra

Kamis, 27 Agustus 2015 Siswa(i) Kelas 6 Mahakam dan Kahayan membuat resume materi pembelajaran mengenai Perkembangbiakan Hewan secara Generatif dan Vegetatif di Ruang Perpustakaan didampingi ibu Latifah, S.Pd.


Di dunia ini banyak keunikan, baik yang tampak jelas maupun yang hanya tampak jika dilihat dengan menggunakan alat bantu penglihatan. Kesemuanya itu adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Pencipta dengan tujuan agar manusia mau berpikir. Salah satu keunikannya adalah perkembangbiakan pada makhluk hidup.

Makhluk hidup tingkat rendah dapat berkembang biak dengan cara generatif dan vegetatif. Hewan bersel satu dapat berkembang biak secara vegetatif dengan cara membelah diri, Hydra dapat membentuk tunas di tubuhnya kemudian tunas tumbuh menjadi Hydra baru, sedangkan Planaria dapat memotong-motong tubuhnya kemudian setiap potongan menjadi Planariabaru.

Perkembangan secara vegetatif tidak melibatkan alat perkembangbiakan sehingga tidak didahului oleh peristiwa pembuahan. Individu baru terbentuk dari bagian tubuh induknya. Perkembangbiakan vegetatif pada hewan umumnya terjadi pada Avertebrata. Perkembangbiakan itu meliputi pertunasan, pembelahan diri, fragmentasi, dan sporulasi.

1. Pertunasan (Budding)

Pembentukan tunas berasal dari suatu tonjolan yang terbentuk dari tubuh induknya. Hewan yang berkembang biak dengan tunas antara lain Hydra, Obelia, dan ubur-ubur. Tunas pada Hydra berasal dari penonjolan dinding tubuhnya. Tonjolan itu kemudian membentuk mulut dan tentakel. Setelah cukup dewasa tunas akan lepas dari tubuh induknya. Selanjutnya, tunas tumbuh menjadi individu baru. 
Perkembangbiakan dengan pertunasan pada Hydra

Obelia juga dapat melakukan perkembangbiakan secara vegetatif. Cara perkembangbiakan sama dengan Hydra. Porifera juga dapat berkembang biak dengan pertunasan. Akan tetapi, tunas forifera terbentuk di dalam tubuh induknya. Tunas ini di sebut gemulae (kuncup dalam). Jika induknya mati, tunas akan lepas menjadi individu baru.

Ubur-ubur merupakan hewan air. Dalam daur hidupnya, hewan ini mempunyai dua wujud, yaitu polip dan medusa. Polip hidup menetap di suatu tempat. Dalam wujud polip ini, ubur-ubur berkembang biak secara vegetatif dengan membentuk tunas yang berupa medusa. Selanjutnya,medusa lepas dari tubuh induknya dan hidup melayang-layang di dalam air. Ubur-ubur kemudian berkembang biak secara generatif dan mempunyai ovarium dan testis.
2. Membelah Diri

Membelah diri disebut juga sebagai pembelahan biner, yaitu pembelahan diri dari satu sel menjadi dua sel anakan baru.

Perkembangbiakan dengan membelah diri pada Amoeba

Perkembangbiakan dengan cara ini terjadi pada hewan bersel satu, misalnyaParamaecium dan Amoeba. Perkembangbiakan dengan membelah diri padaAmoeba diperlihatkan pada gambar di samping ini.


Pembelahan diawali dengan pembelahan inti sel secara mitosis menjadi dua inti. Selanjutnya, diikuti pembelahan sitoplasma sehingga terbentuk dua individu baru.

Dalam keadaan lingkungan kurang baik, Amoeba akan melindungi diri dengan membentuk sista. Dalam bentuk sista tersebut, Amoeba tetap membelah menjadi beberapa Amoebabaru. Jika lingkungan sudah membaik, sista akan pecah sehingga Amoebabaru tersebut keluar untuk hidup secara bebas.

3. Fragmentasi
Perkembangbiakan dengan fragmentasi pada Planaria
Fragmentasi merupakan cara perkembangbiakan suatu organisme dari fragmen-fragmen atau potongan tubuh induknya. Prinsip perkembangbiakan dengan fragmentasi adalah tubuh induk terpotong-potong, baik secara sengaja atau tidak sengaja. Selanjutnya, setiap potongan tubuh tersebut tumbuh dan berkembang membentuk bagian tubuh yang belum ada sehingga menjadi individu baru. Contoh hewan yang berkembang biak dengan fragmentasi adalah cacing pita, Porifera, Ophiuroidea, dan cacing pipih (Planaria).

4. Sporulasi

Sporulasi Plasmodium
Sporulasi adalah pembelahan sel dari satu sel menjadi banyak sel dengan membentuk spora. Contoh hewan yang berkembang biak dengan cara sporulasi adalahPlasmodium.
Dalam daur hidupPlasmodium ditemukan adanya dua fase perkembangbiakan yaitu generatif dan vegetatif, fase generative berlangsung di tubuh nyamuk malaria dan fase vegetatifnya di tubuh manusia (penderita malaria). Fase inilah yang dinamakan sporulasi.