Seminar dan Lokakarya Parenting Yayasan Bunga Bangsa bersama Miftahul Jinan


Jum'at, 09 Oktober 2015, bertempat di Aula Serbaguna SMA Islam Bunga Bangsa, berlangsung kegiatan Seminar dan Lokakarya (SEMILOKA) dengan nara sumber Bapak Drs. Miftahul Jinan,M.Pdi, Trainer Handal dan penulis buku-buku Best Seller Parenting, yang diikuti oleh Wali Siswa (Perwakilan POS), guru dan karyawan Bunga Bangsa yang berada di Lingkungan Yayasan Bunga Bangsa.

Tahapan Pembentukan Karakter

        Karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakininya dan digunakannya sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak (Puskur, 2010). Ada beberapa cara dalam proses pembentukan karakter pada anak diantaranya adalah dengan memberikan pendidikan karakter di sekolah , mengenalkan dan membiasakan hal-hal positif pada anak dalam lingkup kluarga dan memberikan pengarahan atau pengertian tentang hal- hal positif yang bisa diterapkan dan dilakukan dalam lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, untuk membentuk/membangun karakter positif pada anak diperlukan upaya terencana dan sungguh-sungguh diterapkan yang dikenal sebagai pendidikan karakter. Ada beberapa proses untuk terjadinya pembentukan yaitu pengenalan, pemahaman, penerapan, pengulangan / pembiasaan, pembudayaan, internalisasi menjadi karakter.

PENGERTIAN PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER

            Merupakan usaha atau suatu proses yang dilakukan untuk menanamkan hal positif pada anak yang bertujuan untuk membangun karakter yang sesuai dengan norma , dan kaidah moral dalam bermasyarakat. Ada tiga faktor yang sangat penting dalam proses pembentukan karkter anak yaitu faktor pendidikan (sekolah), lingkungan masyarakat, dan lingkungan keluarga.

PEMBENTUKAN KARAKTER DI SEKOLAH

         Dalam lingkungan sekolah seorang figur yang berperan penting dalam pembentukan karakter seorang anak adalah guru. Guru merupakan salah satu komponen yang vital dalam proses pendidikan. Hal tersebut dikarenakan proses pendidikan tanpa adanya guru akan menghasilkan hasil yang tidak maksimal. Fungsi guru bukan hanya sekedar tenaga pengajar tetapi juga merupakan tenaga pendidik. Mendidik dalam moral dan kualitas peserta didiknya. Di sekolah, pendidikan karakter juga hendaknya diwujudkan dalam setiap proses pembelajaran, seperti pada metode pembelajaran, muatan kurikulum, penilaian dan lain-lain.