Bimtek Sosialisasi Pedoman Resource Description Acces oleh Perpusnas RI

Jum'at, 29 April 2016,  bertempat di ruang Balai Pustaka Lantai II Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim, berlangsung kegiatan Bimtek Sosialisasi Sosialisasi Pedoman Resource Description Acces dengan narasumber dari Perpustakaan Nasional RI Bapak Drs. Ahmad Maskuri, MM dan Ibu Lilis Mardiah, S.Sos, MP.

RDA adalah peraturan pengatalogan, sama juga dengan AACR2 yang juga merupakan peraturan pengatalogan (Maxwell, 2010)

RDA muncul karena semakin meningkatnya serta ketersediaan sumber daya digital di perpustakaan serta lingkungan yang lebih luas yaitu World Wide Web

Resource Description and Access adalah suatu standar untuk deskripsi dan akses baru yang dibuat untuk menggantikan AACR2 pada tahun 2010. RDA dikembangkan sebagai sarana pengatalogan generasi baru yang didesain untuk dunia digital. RDA Dikembangkan atas landasan AACR 

Mengapa kita memerlukan peraturan pengatalogan baru?
  • —Untuk meningkatkan akses pemakai ke semua media dalam lingkungan penelusuran sambung jaring (dalam jaring, taut jaring, online) 
  • —Kesetaraan (kompatibilitas) dengan standar deskripsi sumber daya dan temubalik lainnya 
  • —Untuk digunakan oleh perpustakaan dan lembaga informasi sedunia 
  • —Memudahkan dan efisiensi penggunaan dan penafsiran oleh pemakai 
  • —Memperkuat format elektronik di samping format cetak 
  • dapat digunakan dengan berbagai encoding schema, misalnya : MARC MODS dan Dublin Core
RDA  Dikembangkan dari Functional Requirement for Bibliographic Records(FRBR), Functional Requirement of Authority Data (FRAD), Functional Requirement for Subject Authority Data (FRASD). Ada konsep AACR2 yang diterima dan ada pula yang diubah

Kegiatan Bimtek ditutup oleh Kepala Badan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur, Ibu Dra. Hj. Ardiningsih, M.Si. Harapan  Ibu Kepala Badan kelak seluruh peserta yang hadir dapat menerapkan ilmu yang diperoleh pada bimtek kali ini.

Materi Diklat dapat di download disini