15 Menit untuk Selamanya

Life is too short to read books that I'm not enjoying. - Mellisa Strein

15 menit sehari membaca buku yang sudah diterapkan di semua kelas di Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa untuk mengawali hari, adalah salah satu pembiasaan baik yang ditetapkan sejak jenjang pendidikan paling bawah. Segera setelah selesai sholat Dhuha dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, semua siswa diberi waktu 15 menit untuk membaca buku apapun yang menjadi kesukaannya, tanpa adanya test ataupun ujian terhadap apa yang dibacanya. Membaca untuk tujuan hiburan dan penyegaran. 

Membaca dengan topik dan tema apa saja pada 15 menit pertama setiap hari tidak hanya untuk siswa, tapi juga diberlakukan bagi guru. Kegiatan membaca di awal hari dilakukan dengan fungsi menenangkan dan mempengaruhi mood atau suasana kerja. 
Anjuran pemerintah ini telah dilakukan di Sekolah Bunga Bangsa Samarinda, dengan berbagai manfaat yang akan dinikmati suatu saat oleh lingkungan sekitar anak, guru, orangtua dan masyarakat. Minat baca masyarakat Indonesia yang masih sangat rendah dibanding dengan negara-negara wilayah ASEAN lainnya (Kompas, 2015) merupakan sebuah tamparan keras bagi negara yang jumlah penduduknya sangat besar ini. Memulai kebiasaan membaca dan melepaskan anak dari ketergantungan mereka terhadap televisi dan gadget adalah salah satu pekerjaan rumah besar yang harus digarap mulai dini.

Membaca 15 menit sehari akan membawa dampak perubahan yang besar pada anak dan sebagai orang dewasa suatu saat nanti. Akan sangat berbeda anak yang memiliki minat dan budaya baca dibandingkan dengan yang tidak (Baswandono) 15 menit untuk selamanya adalah frase sederhana dengan konsekuensi logis yang sangat besar. Jika anak sedari kecil telah tumbuh minat bacanya, suatu saat kelak saat dewasa, berpikir kritis, bersedia terbuka pada pemikiran yang berbeda, dan mampu menempatkan diri dalam masyarakatnya. 15 menit sehari adalah investasi.

Ms Dyan Widya Agustina
Wali kelas 2 Utsman bin Affan
Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa Samarinda

#ozalum
@AustraliaAwardsIndonesia
@AsiaFoundation

Komentar